Tuesday, December 29, 2015

Berbagai Bank Soal Matematika SD Kelas 6 Semester 1

Kumpulan Soal Matematika SD Kelas 6 Semester 1, Bank Soal Matematika SD Kelas 6 Semester 1, Download Soal UN Matematika SD, Download Soal UAS Matematika SD, Apakah sobat sedang mencari soal Matematika SD Kelas 6 semester 1 ? disini ada beberapa soal Matematika SD yang bisa sobat gunakan untuk bahan uji kompetensi siswa kelas 6
caraterbaru.web.id Kumpulan Soal Matematika SD Kelas 6 Semester 1
Soal Matematika SD Kelas 6 Semester 1 : Banyak Instansi Pendidikan yang sudah jauh jauh hari melakukan persiapan kepada para peserta didik dalam pelaksanaan Ujian. Baik itu Ulangan Harian, Ulangan Tengan Semester ( UTS), Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) hingga pada tahap persiapan Ujian Nasional (UN) yang kemudian dilanjutkan dengan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Ujian ujian yang dilaksanakan digunakan untuk mengukur kompetensi peserta didik. Baca selengkapnya disini >> Kumpulan Soal Matematika SD Kelas 6 Semester 1 

Monday, November 9, 2015

Bank Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2

Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Bank Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Soal Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1, Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 2, Apakah sobat sedang mencari soal IPS SD Kelas 6 semester 1 dan 2 ? disini ada beberapa soal IPS SD yang bisa sobat gunakan untuk bahan uji kompetensi siswa kelas 6
Bank Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2
Cara menentukan validitas instrumen Pendidikan  

Validitas instrument dapat diketahui dengan Cara mencari korelasi hasil instrument dengan dengan kriterium atau melakukan analisis butir. Apabila data yang digunakan adalah data interval maka dapat digunakan rumus Product Moment Korelasi, sebagai berikut :
Rumus Angka Kasar

Keterangan :

= Koefisien korelasi antara instrument X dan instrument Y

Rumus untuk skor deviasi

Kriteria- kriteria hasil validitas :

Antara sangat tinggi

Antara tinggi

Antara cukup

Antara rendah

Antara sangat rendah (Yusuf, 2005:75).

Cara menentukan validitas tiap butir soal

Tinggi rendahnya validitas soal secara keseluruhan berhubungan dengan validitas tiap butir soal. Validitas butir soal dapat dicari dalam hubungannya dengan skor total tiap individu yang ikut serta dalam evaluasi. Langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut :

1. Skor suatu instrument dengan baik dan teliti

Untuk individu yang benar diberi angka 1, sedangkan yang salah diberi angka nol.

2. Jumlahkan skor total untuk tiap individu.

3. Gunakan rumus product moment correlation atau korelasi biserial.

2. Reliabilitas

Suatu alat ukur dikatakan reliabel, apabila alat ukur itu dicobakan kepada objek yang sama secara berulang-ulang maka hasilnya akan tetap sama, konsisten, stabil atau relatif sama.
Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas

a. Konstruksi item yang tidak tepat, sehingga tidak dapat mempunyai daya pembeda yang kuat.

b. Panjang/pendeknya suatu instrumen

c. Evaluasi yang surjektif akan menurunkan reliabilitas

d. Ketidaktepatan waktu yang diberikan

e. Kemampuan yang ada dalam kelompok

f. Luas/tidaknya sampel yang diambil.
Teknik pengujian reliabilitas tes hasil belajar

a. Bentuk objektif

1) Metode Belah dua

Dalam pelaksanaanya,seorang penilai hanya melakukan ujian satu kali terhadap sejumlah peserta, sehingga tidak ada pengaruh dari instrumen yang terdahulu. Jumlah butir soal yang diberikan harus genap sehingga dapat dibagi dua dan tiap kelompok mempunyai jumlah butir yang sama. Koefisien reliabilitas akan menunjukkan internal konsistensi dari pada butir soal dalam keseluruhan instrumen. Cara membelah dua instrumen tersebut dapat dilakukan dengan cara nomor genap dan ganjil, awal dan akhir. Untuk menentukan reliabilitas kedua bagian instrumen tersebut dapat digunakan Product Moment Coorelation, sedangkan untuk mencari reliabilitas keseluruhan instrumen dapat digunakan rumus Spearman Brown, sebagai berikut :

Keterangan :

: koefisien reliabilitas

r : korelasi antara bagian instrumen

2) Metode Ulangan

Pelaksanaannya dilakukan dua kali kepada sejumlah subjek yang sama, dalam waktu yang berbeda. Reliabilitas metode ulangan ini untuk melihat bagaimana stabilnya skor setiap individu apabila dilakukan pengujian dalam waktu yang berbeda, dengan kondisi dan perlengkapan yang sama/ hampir bersamaan. Rumus yang digunakan untuk menentukan metode ulangan ini adalah Product Moment Correlation.

3) Metode Bentuk Paralel

Bentuk ini dapat digunakan untuk memperkirakan reliabilitas dari semua tipe, tetapi koefisien yang dihasilkan hanya menggambarkan ekivalensi antara kedua instrumen. Tidak akan menunjukkan ekivalensi dalam kesukaran butir dan isi. Kedua bentuk instrumen yang diberikan mengukura hal yang sama, dengan memiliki tingkat kesukaran yang sama, pengetahuan dan keterangpilan yang sama dengan sistematika yang tidak berbeda antara kedua bentuk instrumen tersebut, tetapi dalam bentuk pertanyaan yang berbeda. Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen dalam bentuk paralel ini adalah product moment correlation dan Rank order correlation.

b. Bentuk essay

Rumus yang digunakan untuk mengukur reliabilitas tes berbentuk uraian dinamakan rumus Alpha, yaitu :

Dimana:

: Koefisien reliabilitas tes

n : banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes

: Jumlah variansi skor dari tiap-tiap butir item

:Variansitotal

Interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut:

0,80 < r11 £ 1,00 reliabilitas sangat tinggi

0,60 < r11 £ 0,80 reliabilitas tinggi

0,40 < r11 £ 0,60 reliabilitas sedang

0,20 < r11 £ 0,40 reliabilitas rendah

0,00 < r11 £ 0,20 reliabilitas sangat rendah

Nilai r yang diperoleh dibandingkan dengan rtabel. Jika rhitung > rtabel maka dapat disimpulkan bahwa soal tes reliabel.

3. Analisis soal tes

Untuk mendapatkan kualitas soal yang baik, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Daya pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indek diskriminan. Untuk menentukan daya pembeda soal dapat dilakukan seperti yang dikemukakan oleh Prawironegoro (1985:11):

Terlebih dahulu dicari degress of freedom (df) dengan rumus:

df = (nt – 1) + (nr – 1)

dimana:

nt = nr = 27% x N

kemudian digunakan rumus:

dimana:

Ip = daya pembeda soal

Mt = rata-rata skor dari kelompok tinggi

Mr = rata-rata skor dari kelompok rendah

= jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi

= jumlah kuadrat deviasi skor kelompok rendah

n = 27% x N

N = banyak pengikut tes

Soal mempunyai daya pembeda yang berarti (signifikan) jika Ip hitung ³ Ip tabel pada derajat kebebasan yang sudah ditentukan.

2) Indek kesukaran.

Agar tes dapat digunakan secara luas, setiap soal harus diselidiki tingkat kesukarannya yaitu apakah soal tersebut termasuk soal yang mudah, sedang atau sukar. Untuk menentukan indek kesukaran digunakan rumus yang dikemukakan Prawironegoro (1985:14) yaitu:

dimana:

Ik = indeks kesukaran

Dt = jumlah skor dari kelompok tinggi

Dr = jumlah skor dari kelompok rendah

m = skor setiap soal jika benar

n = 27% x N

N = banyak pengikut tes

Soal dinyatakan sukar, jika 0% £ Ik < 27%

sedang, jika 27% £ Ik £ 73%

mudah, jika Ik > 73%

3) Penerimaan soal

Setiap soal yang telah dianalisa perlu diklasifikasikan menjadi soal yang tetap dipakai, direvisi atau dibuang. Menurut Prawironegoro (1985:16) tentang klasifikasi soal:

a) Soal yang baik akan tetap dipakai jika Ip signifikan dan 0% < Ik £ 100%.

b) Soal diperbaiki jika:

i. Ip signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%.

ii. Ip tidak signifikan dan 0% < Ik < 100%.

c) Soal diganti jika Ip tidak signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%. Baca selengkapnya disini Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2 

Tuesday, October 27, 2015

Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja

Tunjangan Profesi Guru akan dihapus ini alasannya, Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja, Tunjangan Profesi Guru akan dihapus ini alasannya, Tunjangan Profesi Guru Tidak dihapus Tapi Diganti dengan Tunjangan Kinerja
www.caraterbaru.web.id Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja
Tunjangan sertifikasi  Guru yang telah memenuhi minimal 24 jam pelajaran tatap muka dalam seminggu tidak serta merta langsung menerima tunjangan sertifikasi, namun harus mengumpulkan berkas-berkas persyaratan lainnya. Penyaluran tunjangan profesi bagi guru dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

Pembayaran tunjangan sertifikasi bagi guru dapat dibatalkan atau dihentikan karena beberapa sebab. Pembatalan atau penghentian pembayaran sertifikasi ini diatur dalam permendiknas No. 36 tahun 2007 pasal 6 yaitu pembayaran tunjangan sertifikasi dapat dibatalkan atau dihentikan apabila:

a) Guru meninggal dunia.
b) Guru mencapai batas usia pensiun atau setinggi-tingginya mencapai usia 60 tahun.
c) Mengundurkan diri sebagai guru atas permintaan sendiri atau alih tugas bukan sebagai guru.
d) Melalaikan kewajiban sebagai guru sesuai ketentuan yang berlaku.
e) Berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara guru dan penyelenggaraan pendidikan.
f) Guru melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.
g) Guru yang bersangkutan dinyatakan bersalah karena tindak pidana oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap.
h) Beban kerja guru kurang dari yang dipersyaratkan.
i) Ditemukan bukti bahwa guru yang bersangkutan memalsukan data dokumen yang dipersyaratan dalam peraturan ini.
j) Sertifikat pendidik yang bersangkutan dinyatakan batal.

Mungkin anda sedang mencari informasi terkait Peraturan tunjangan profesi guru, ataukah pencarian anda terkait dengan kata kunci Pengertian Tunjangan Profesi guru Kemenag, Mungkin maksud pencarian anda adalah terkait Pencairan tunjangan profesi guru, dan inilah daftar penerima tunjangan profesi guru.
Baca selengkapnya tentang Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja 

Tuesday, October 20, 2015

Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1

Kumpulan Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Bank Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1, Kumpulan Soal IPA SD Kelas 6 Semester 2, Apakah sobat sedang mencari soal IPA SD Kelas 6 semester 1 dan 2 ? disini ada beberapa soal IPA SD yang bisa sobat gunakan untuk bahan uji kompetensi siswa kelas 6
Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
I. Pengertian Perencanaan
Menurut H.B. Siswanto (2007:42) perencanaan adalah kumpulan proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Menurutnya, merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), dan sumberdaya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan .

George R. Terry dan Leslie W. Rue (2009:9) menyatakan bahwa planning atau perencanaan adalah menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu. Sementara itu, Mulyasa (2006:223) menjelaskan bahwa perencanaan adalah suatu bentuk dari pengambilan keputusan (decision making).

Hamzah B. Uno (2008: 2) juga menyatakan perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa
perencanaan mengandung paling sedikit 4 unsur yaitu:
a. Ada tujuan yang harus dicapai
b. Ada strategi untuk mencapai tujuan
c. Sumber daya yang mendukung
d. Implementasi setiap keputusan.

Perencanaan adalah suatu cara untuk membuat suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif untuk memperkecil kesenjangan yang ada dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan merupakan hasil proses berpikir dan pengkajian dan penyeleksian dari berbagai alternatif yang dianggap lebih memiliki nilai efektivitas dan efisiensi, yang merupakan awal dari semua proses pelaksanaan kegiatan yang bersifat rasional.

Perencanaan adalah proses penetapan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efisien dan efektif dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini, Roger A. Kaufman (Harjanto 1997: 2) mengemukakan bahwa “Perencanaan adalah suatu proyeksi (perkiraan) tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Perencanaan sering juga disebut sebagai jembatan yang menghubungkan kesenjangan atau jurang antara keadaan masa kini dan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang. Dengan demikian, perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan.

II. Pengertian Pembelajaran
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 1 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Masnur Muslich (2007:71) juga berpendapat bahwa pembelajaran adalah proses aktif bagi siswa dan guru untuk mengembangkan potensi siswa sehinggga mereka akan “tahu” terhadap pengetahuan dan pada ahirnya “mampu” untuk melakukan sesuatu. Sedangkan Degeng dalam Hamzah B. Uno (2008:2) mendefenisikan dengan singkat bahwa pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa.

Richard L. Daft (2003:30) mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan prilaku atau suatu perubahan kinerja yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Hal ini juga dibenarkan oleh Slavin dalam H. Douglas Brown (2007:8) yang mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan dalam diri seorang yang disebabkan oleh pengalaman. Pernyataan ini juga didukung oleh Kunandar (2009:287) yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

Berdasarkan beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu proses belajar mengajar yaitu dengan mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, cara penyampaian kegiatan (metode, model dan teknik), serta bagaimana mengukurnya menjadi jelas dan sistematis, sehingga nantinya proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien.

Selanjutnya akan dikemukan beberapa pendapat atau pandangan para ahli mengenai perencanaan pembelajaran. Ibrahim (1993) mengatakan bahwa “Secara garis besar perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi-bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan.

Dengan perencanaan pembelajaran, guru dapat memperkirakan, mempersiapkan, dan menentukan tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap ini guru mempersiapkan segala sesuatunya agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Seperti itulah sistem dunia Pendidikan

Pendapat lain dikemukakan oleh Banghart dan Trull (Sagala: 2003) yang menyatakan bahwa “Perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional, dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan dalam konteks pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran, dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa satu semester yang akan datang untuk mencapai tujuan yang ditentukan”. Toeti Soekamto (1993) mendefinisikan perencanaan pembelajaran sebagai usaha untuk mempermudah proses belajar-mengajar maka diperlukan perencanaan pembelajaran.

Perencanaan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pengembangan pembelajaran yang merupakan sebagai sistem yang terintegrasi dan terdiri dan beberapa unsur yang saling berinteraksi. Pengertian lain tentang perencanaan pembelajaran dikemukakan oleh Nana Sudjana (1988) yang mengemukakan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran (PBM) yaitu dengan mengkoordinasikan (mengatur dan merespon) komponen-komponen pembelajaran, sehingga arah kegiatan (tujuan), isi kegiatan (materi), cara penyampaian kegiatan (metoda dan teknik, serta bagaimana mengukurnya (evaluasi) menjadi jelas dan sisitematis”. Ini berarti perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah mengatur dan menetapkan komponenkomponen tujuan, bahan, metoda atau teknik, serta evaluasi atau penilaian. Perencanaan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pedoman mengajar bagi guru dan pedoman belajar bagi siswa.

Melalui perencanaan pembelajaran dapat diidentifikasi apakah pembelajaran yang dikembangkan/dilaksanakan sudah menerapkan konsep belajar siswa aktif atau mengembangkan pendekatan keterampilan proses. Gambaran aktivitas siswa akan terlihat pada rencana kegiatan atau dalam rumusan Kegiatan Belajar. Mengajar (KBM) yang terdapat dalam perencanaan pembelajaran. Kegiatan belajar dan mengajar yang dirumuskan oleh guru harus mengacu pada tujuan pembelajaran. Sehingga perencanaan pembelajaran merupakan acuan yang jelas, operasional, sistematis sebagai acuan guru dan siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada di dalam pembelajaran, atau dengan pengertian lain, yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen-- komponen pembelajaran. Unsur atau komponen yang dimaksud adalah:

a. Kemana pembelajaran tersebut akan diarahkan?
b. Apa yang harus dibahas dalam proses pembelajaran tersebut?
c. Bagaimana cara melakukannya?
d. Bagaimana pula mengetahui berhasil tidaknya proses pembelajaran tersebut?

Berikut ini adalah definisi perencanaan pembelajaran menurut beberapa ahli, yaitu:

a. Branch (2002), Suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dengan cara yang konsisten dan reliable.
b. Ritchy, Ilmu yang merancang detail secara spesifik untuk pengembangan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pengetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok.
c. Smith & Ragan (1993. Proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran. (1999) Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi.
d. Zook (2000). Proses berfikir sistematis untuk membantu pelajar memahami (belajar).

B. Peranan Perencanaan Pembelajaran
Keberhasilan dari suatu kegiatan sangat ditentukan oleh perencanaannya. Apabila perencanaan suatu kegiatan dirancang dengan baik, maka kegiatan akan lebih mudah dilaksanakan, terarah serta terkendali. Demikian pula halnya dalam proses belajar mengajar, agar pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik maka diperlukan perenanaan pembelajaran yang baik.
Perencanaan pembelajaran berperan sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan berjalan efektif dan efesien. Dengan perkataan lain perencanaan pembelajaran berperan sebagai skenario proses pembelajaran oleh karena itu perencanaan pembelajaran hendaknya fleksibel dan memberikan kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikan diri dalam proses pembelajaran sesungguhnya.
Perencanaan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembalajaran dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:
a. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencnaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.
b. Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.
c. Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar
d. Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perseorangan.
e. Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran.
f. Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar.
g. Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variable pembelajaran.

C. Pentingnya Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran perlu dilakukan karena memiliki arti penting sebagai berikut :
1. Untuk pengganti keberhasilan yang diperoleh secara untung-untungan.
2. Sebagai alat untuk menemukan dan memecahkan masalah.
3. Untuk memanfaatkan sumber secara efektif.
Perencanaan yang dilakukan secara sistematis atau dilandasi dengan pendekatan sistem akan memberikan dua keuntungan besar seperti berikut :
1. Sebagai suatu alat untuk menganalisis, mengidentifikasi dan memecahkan masalah sesuai dengan yang diinginkan.
2. Memiliki daya ramal dan kontrol yang baik karena didukung dengan langkah-langkah berikut:
a. Perumusan kebutuhan secara spesifik dan nyata.
b. Penggunaan logika, proses setapak demi setapak untuk menuju perubahan yang diharapkan.
c. Perhatian dan penentuan salah satu diantara berbagai pendekatan yang sesuai situasi dan kondisi.
d. Penetapan mekanisme feedback yang memberi informasi tentang kemajuan, hambatan serta perubahan yang diperlukan.
e. Penggunaan istilah dan langkah yang jelas, mudah dikomunikasikan dan dipahami orang lain.

Beberapa pertimbangan atau asumsi yang melandasi mengapa guru harus melakukan perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan pembelajaran dikembangkan atas dasar tesis yang menyatakan bahwa pengajaran dapat dirancang secara lebih sistematis dan berbeda dengan cara-cara tradisional.
2. Hasil pembelajaran dapat dirumuskan secara lebih operasional sehingga dapat diamati dan diukur.
3. Tujuan pembelajaran dapat diukur dengan menggunakan instrumen yang disebut penilaian acuan patokan yaitu tes yang didasarkan atas kriteria tertentu yang dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran khusus.
4. Untuk menjamin efektivitas proses pembelajaran, paket pembelajaran yang akan digunakan hendaknya valid. Hal ini berarti semua perangkat, alat, media, metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran perlu diujicobakan dahulu secara empirik.

D. Tujuan Perencanaan Pembelajaran
Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp (1977) dan David E. Kapel (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Henry Ellington (1984) bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar.

Sementara itu, Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran.
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu: (1) memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri; (2) memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar; (3) membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran; (4) memudahkan guru mengadakan penilaian.

Dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.

Adapun tujuan perencanaan pembelajaran meliputi :
  1. Mengarahkan aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar dari pengajar, karena rencana telah diprogram dengan sistematis.
  2. Mengetahui kemajuan belajar siswa karena materi yang akan dipresentasikan telah direncanakan secara terinci.
  3. Menghasilkan proses belajar mengajar secara maksimal karena segala sesuatunya telah dipersiapkan sebelum pelajaran dimulai.
  4. Mengetahui dengan segera tingkat keberhasilan proses belajar mengajar, melalui kegiatan proses belajar mengajar yang direncanakan.
  5. Memberikan kegairahan siswa dalam belajar dengan adanya informasi dan relevansi tujuan pembelajaran.
  6. Memberikan kemudahan siswa dalam penguasaan materi sebab sistematika penyampaiannya telah disiapkan.
Tags : Bank Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1, Kumpulan Soal IPA SD Kelas 6 Semester 2, Apakah sobat sedang mencari soal IPA SD Kelas 6 semester 1 dan 2 ? disini ada beberapa soal IPA SD yang bisa sobat gunakan untuk bahan uji kompetensi siswa kelas 6.

Wednesday, October 7, 2015

Kumpulan Soal UTS SD Kelas 1-6 Semester 2

Kumpulan Soal UTS SD Kelas 1 2 3 4 5 6 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 2 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 3 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 4 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 5 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 6 Semester 2

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Monday, October 5, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015

Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Sunday, October 4, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015

Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Saturday, October 3, 2015

Sampai Desember PEMDA Wajib Verifikasi Data Honorer K2

PEMDA Harus Segera Verifikasi Data Honorer K2 Hingga Desember, Sampai Desember PEMDA Wajib Verifikasi Data Honorer K2, Pemda Diminta Segera Verifikasi Data Honorer K2 adalah Pembahasan pada artikel kali ini
PEMDA Harus Segera Verifikasi Data Honorer K2 Hingga Desember
Verifikasi Data Honorer K2 Dulu Sebelum Angkat PNS wajib disertai dengan kewajiban pengawasan, terutama terkait data para honorer. Sampai Desember 2015 Pemda Wajib Verifikasi Data Honorer K2,
UNTUK PENGANGKATAN TENAGA HONORER K2 MENJADI CPNS, PEMDA HARUS / WAJIB VERIFIKASI DATA HONORER, pemda diminta secepatnya melakukan verifikasi data honorer K2.

Setelah terbentuknya kesepakatan pemerintah dengan Komisi II DPR pengangkatan tenaga honorer kategori 2 menjadi CPNS, cara yang harus diselesaikan adalah verifikasi data 440 ribu tenaga honorer tersebut. Untuk itu, Kementerian PANRB mengajak seluruh instansi pemerintah, khususnya pemda untuk secepatnya melakukan verifikasi honorer K2 di tiap-tiap instansi. Baca selengkapnya>>

Friday, October 2, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015

Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Thursday, October 1, 2015

Cara membuat widget like box facebook melayang

Cara Terbaru Membuat Widget Fanspage Melayang di Blog, Cara membuat widget like box facebook melayang, Cara Memasang Widget Likebox Fanspage Facebook Melayang di Blog, Cara Membuat Pop up like box facebook keren
Cara Terbaru Membuat Widget Fanspage Melayang di Blog
Cara membuat widget like box facebook melayang di blog adalah tutorial yang banyak dicari oleh para blogger, Tujuan dari pemasangan widget ini adalah selain untuk menambah identitas blog kepada pengunjung juga sebagai penambah pngikut blog kita karena semakin banyak yang me-like fanspage kita makasemakin banyak pula yang mendapat informasi dari blog kita atau website kita.

Cara Membuat Pop up like box facebook keren bertujuan untuk tampilan blog kita agar terlihat lebih profesional dan dengan banyak nya yang me like fanspage ini maka potensi pegunjung yang banyak akan smeakin besar. Bagi para blog pengunjung adalah keberlangsungan hidup bagaikan sebuah nyawa dalam sebuah blog. Baca selengkapnya>>

Wednesday, September 30, 2015

Cara Menghindar Dari Ketergantungan Sama Pacar

Cara Mengatasi Ketergantungan pada Pacar, Tips Mengatasi Ketergantungan pada Kekasih, Cara Menghindar Dari Ketergantungan Sama Pacar adalah penmbahasan pada artikel kali ini
Cara Mengatasi Ketergantungan pada Pacar
Pembahasan kali ini adalah tentang LDR (Long Distance Relationship) alias “Pacaran Jarak Jauh lalu Nyesak Ulu Hati Ngangenin Setengah Mati Pokoknya. Hahahahah, Pembahasan ini bukan saya tujukan untuk teman teman yang lagi mengalami hubungan tersebut, tapi semata mata saya tujukan hanyalah untuk yang berpacaran, jenis apapun itu.

Sejujurnya pacaran jarak jauh adalah hubungan yang seolah terpisahkan oleh samudera Hindia-Antlantik itu sakit sekali. Nyesaknya tuh di sini (tunjuk Hp, kepala, juga dada). Penganut aliran LDR selalu mengatakan bahwa ritual pacaran model kayak gitu demi keamanan bagi kesehatan jasmani dan rohani. Hahhahaha, anda dapat 100...alias 100% keliru. Yang namanya pacaran itu ya tetap tidak menyehatkan, pacaran jarak jauh bahkan jauh lebih membuat kalian jadi pesakitan.

Hal ini disebabkan karena kalian akan ketergantungan mikirin gebetan yang jauh di mata tersebut. Akhirnya pikiran elo mengalami phobia syndrome of love. Alias kekhawatiran berlebihan soal cinta. Dari pagi sampai malam mikir si doi lagi apa, udah makan, udah mandi, udah ini, udah itu, udah...udah... nanya melulu.. teng..teng..teng..teng..teng.. ada gajah dibalik batu.. waduh sampai nyanyi lagu wali band saya sakin mirisnya!!! Hahahah.. Baca selengkapnya>>

Tuesday, September 29, 2015

Cara Terbaru Mengatasi Redirect blogspot.co.id

Cara Terbaru Mencegah Redirect blogspot.co.id, Cara Terbaru Mengatasi Redirect blogspot.co.id, Cara Mengatasi Redirect blogspot.com ke blogspot.co.id, adalah pembahasan pada artikel kali ini
Cara Terbaru Mencegah Redirect blogspot.co.id
Cara Terbaru Mencegah Redirect blogspot.co.id adalah topik yang sangat banyak diperbincangkan para blogger akhir akhir ini. Tampaknya mbah google betul betul sedang bersih bersih nih terbukti karena adanya redirect ini sehingga menjadikan para blogger khusunya para blogger indo menjadi GEGANA alias gelisah, galau, dan merana.

Cara Terbaru Mengatasi Redirect blogspot.co.id mmembuat para blogger menajdi gelisah, galau, dan merana karena redirect ini membawa dampak yang sangat besar kepada blog khususnya blog yang masih bernaung di bawah hosting blogspot. Dampak tersebut berupa penurunan jumlah visitor perharinya. Disamping itu juga berdampak pada backlink yang sudah tertanam pada suatu blog yang kemudian hilang seperti blog baru yang memulai dari awal. Baca selengkapnya>>

Monday, September 28, 2015

Jadwal Pengangkatan Honorer K2 Jadi CPNS 2016

Mekanisme Terbaru Pengangkatan Guru Honorer K2 Menjadi CPNS, Begini Mekanisme Pengangkatan Honorer K2 Jadi CPNS, Cara Pengangkatan Honorer K2 2016 Jadi CPNS, Jadwal Pengangkatan Honorer K2 Jadi CPNS 2016 
Mekanisme Terbaru Pengangkatan Guru Honorer K2 Menjadi CPNS
Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah memutuskan mekanisme pengangkatan CPNS dari honorer kategori dua (K2) yang didasarkan pada mekanisme perangkingan. Sistem perangkingan ini akan dinilai dari hasil testing dan juga skor passing gradenya ketika menjalani tes 2013. 

"Karena 2016 ini sudah dimulai proses testing perangkingan (sesuai passing grade), siapa-siapa honorer K2 yang duluan diangkat, kami membutuhkan anggaran lebih banyak," kata Kepala BKN Bima Haria Wibisana dalam rapat kerja Komisi II DPR RI, Senin (21/9) yang dikutip dari JPNN

Selain itu Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga memerlukan dana besar untuk verifikasi validasi data honorer K2 yang telah diajukan oleh tiap-tiap instansi. Yang mana verval BKN ini sangat diperlukan untuk digunakan dalam pengeluaran NIP CPNS nantinya. Baca selengkapnya>>

Sunday, September 27, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2014

Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2014, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2014, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2014

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Saturday, September 26, 2015

Pemuja Pacaran dan Hamil Duluan Harus Dihormati

Hormatilah Para Pemuja Pacaran dan Hamil Duluan, Pacaran, Seks Bebas dan Hamil Duluan, Hukum menikah karena Hamil Duluan
Hormatilah Para Pemuja Pacaran dan Hamil Duluan
Mungkin anda sedang mencari lagu hamil duluan mp3 download, penelusuran terkait hamil duluan lirik, pencarian terkait anda tentang hamil duluan remix, artikel pembahasan tentang pengalaman hamil duluan, mungkin maksud anda adalah lagu hamil duluan chord, cara mengunduh lagu hamil duluan koplo mp3, cara membuat sinta jojo hamil duluan mp3, caraterbaru membuat hamil duluan tuty wibowo. Jika pencarian penelusuran anda terkait hal hal tersebut maka informasinya tidak berada pada halaman ini.

Sebelumnya maaf atas intermezo satu paragraf diatas, silahkan dilanjut membaca artikel di bawah ini:
Hormatilah Para Pemuja Pacaran dan Hamil Duluan, maka jawaban saya adalah TIDAK, enak aja mau dihormati, bayangin aja kelakukan mereka yang pacaran di tempat umum, pelukan dan ciuman seenaknya, giliran hamil pasti nyusahin orang tua, minta dihormatin? jawabannya tetap TIDAK. 

Masih mending tidak saya gampar pakai sandal swallow. Bagi saya laki-laki dan perempuannya sama-sama brensek, pejantan dan betina nakal. Bikin tangan saya gatal untuk masukin ke dalam karung agar tidak lagi membuat anak-anak kecil dari SD sampai SMP pada ikut pamer mesum kayak kadal buntung. Baca selengkapnya>> Pemuja

Friday, September 25, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2014

Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2014, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2014, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2014

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Wednesday, September 23, 2015

Pilih Pacaran atau Tiang Gantungan

Pacaran Dekat dengan Tiang Gantungan, Pasti melihat judul artikel ini ada yang bertanya-tanya apa hubungannya antara pacaran dengan tiang gantungan? Untuk itu baca dulu sampai akhir, setidaknya budayakan membaca sebelum berargumen lebih
caraterbaru.web.id Pacaran Dekat dengan Tiang Gantungan
Mungkin anda sedang mencari tiang gantungan untuk jaket, pencarian terkait tentang tiang gantungan untuk  baju, penelusuran terkait informasi tentang tiang gantungan baju untuk toko, mungkin yang anda sedang cari adalah tiang gantungan untuk tas. Jika pencarian penelusuran anda terkait hal hal tersebut maka informasinya tidak berada pada halaman ini.

Sebelumnya maaf atas intermezo satu paragraf diatas, silahkan dilanjut membaca artikel di bawah ini:
Alkisah ada sepasang muda-mudi lagi pacaran. Tiap malam mereka berkirim pesan dengan tujuan agar dapat saling mesra-mesraan. Rayuan mautpun diluncurkan layaknya janji manis anggota dewan.

Mulai dari rumah mewah bak Istana hingga mobil setan... eh maksud saya mobil sedan BMW terbaru. Dari sekedar jalan-jalan keluar kota sampai pada uang belanja bulanan..wow amazing!!! Setelah si cewek kelepek-kelepek pada pemuda tampan. Nah mulailah si pemuda tampan melancarkan jurus maut sebagai tujuan akhirnya. Mula-mula minta pegang-pegangan. Setelah itu minta raba-rabaan. Baca selengkapnya>>

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/MA/SMK Kurikulum 2013 Revisi 2014

Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/MA/SMK Kurikulum 2013 Revisi 2014, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/MA/SMK Kurikulum 2013 Revisi 2014, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/MA/SMK Kurikulum 2013 Revisi 2014

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Tuesday, September 22, 2015

Pacaran Lebih Merugikan daripada Kredit Sepeda Motor

Pacaran Lebih Merugikan daripada Kredit Sepeda Motor, Pasti melihat judul artikel ini ada yang bertanya-tanya apa hubungannya antara pacaran dengan kredit sepeda motor? Untuk itu baca dulu sampai akhir, setidaknya budayakan membaca sebelum berargumen lebih
caraterbaru.web.id Pacaran dan Kredit Sepeda Motor
Mungkin anda sedang mencari artikel tentang kredit sepeda motor yamaha, inilah informasi terkait kredit sepeda motor adira, mungkin maksud pencarian anda adalah kredit sepeda motor online, pencarian anda terkait dengan kredit sepeda motor kawasaki, info terkait kredit sepeda motor yamaha 2015, jumlah penetapan kredit sepeda motor honda beat, rincian kredit sepeda motor suzuki, rincian informasi kredit sepeda motor listrik. Jika pencarian penelusuran anda terkait hal hal tersebut maka informasinya tidak berada pada halaman ini.
 
Sebelumnya maaf atas intermezo satu paragraf diatas, silahkan dilanjut membaca artikel di bawah ini: 
Saya SANGAT JIJIK kalau ada yang curhat terus bilang, "saya baru diputusin pacar padahal udah jadian selama lima tahun". Beneran, itu adalah CURHAT PALING JOROK menurut saya, rasanya saya ingin muntah. Coba bayangin, itu pacaran apa kredit sepeda motor? Bapak saya aja kredit sepeda motor nggak sampai lima tahun udah lunas tuh , dansepeda motor itu udah jadi milik bokap saya secara sah, nah loh itu pacaran kok sampai bertahun-tahun tapi berujung pada putus?? Baca selengkapnya>>

Monday, September 21, 2015

Buku Pegangan Guru SMA Kurikulum 2013

Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA Kurikulum 2013, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013, Download Buku Pegangan Guru SMA Kurikulum 2013, Download Buku Pegangan Guru SMP Kurikulum 2013, Download Buku Pegangan Guru SD/MI Kurikulum 2013

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Sunday, September 20, 2015

Senandung Hati Merindu Dalam Naungan Cinta

Cinta Dalam Naungan Ikhlas, Senandung Hati Merindu Dalam Naungan Cinta, Putuskan Mata Rantai Kesakitan Dimasa Lalu Dengan Ikhlas, Keajaiban Ikhlas, Menjaga Cintamu Dalam Naungan Cinta-Nya
caraterbaru.web.id Cinta Dalam Naungan Ikhlas
Cinta dalam Naungan Ikhlas adalah rasa yang tidak pernah kehilangan karena rasa ini menyandarkan segala rasa yang ia punya baik itu rasa sayang, suka, ataupun cinta kepada ALLAH SWT. Rasa ini akan membuat kita semakin dekat dengan-Nya sampai Allah pun memberikan kasih sayangnya kepada kta berupa memberikan kita yang terbaik, lebih dari apa yang kita butuhkan. 

Kala rasa bergejolak dan berontak dalam dada, kuatkanlah Iman dengan mengatakan "tidak" karena sesungguhnya rasa itu belum halal untuk dimiliki dan belum layak untuk diungkapkan kecuali kepada-NYA. Ketika kita memegang teguh rasa itu dan tetap menyimpannya hingga pada waktunya maka disitulah Allah sedang memeluk erat kita dengan kasih sayang-Nya. Baca selengkapnya>>

Saturday, September 19, 2015

Perangkat Pembelajaran SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 KTSP Semester 1 dan 2

Prota dan Promes SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 KTSP Semester 1 dan 2, Download Silabus, RPP, Prota, Prosem, Pemetaan, SK-KD, serta KKM SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 KTSP Semester 1 dan 2, Download Contoh Silabus, RPP, Prota, Prosem, Pemetaan, SK-KD, serta KKM SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 KTSP Semester 1 dan 2, Contoh Silabus, RPP, Prota, Prosem, Pemetaan, SK-KD, serta KKM SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 KTSP Semester 1 dan 2, Perangkat Pembelajaran SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 KTSP Semester 1 dan 2 

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada.