Tuesday, October 27, 2015

Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja

Tunjangan Profesi Guru akan dihapus ini alasannya, Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja, Tunjangan Profesi Guru akan dihapus ini alasannya, Tunjangan Profesi Guru Tidak dihapus Tapi Diganti dengan Tunjangan Kinerja
www.caraterbaru.web.id Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja
Tunjangan sertifikasi  Guru yang telah memenuhi minimal 24 jam pelajaran tatap muka dalam seminggu tidak serta merta langsung menerima tunjangan sertifikasi, namun harus mengumpulkan berkas-berkas persyaratan lainnya. Penyaluran tunjangan profesi bagi guru dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

Pembayaran tunjangan sertifikasi bagi guru dapat dibatalkan atau dihentikan karena beberapa sebab. Pembatalan atau penghentian pembayaran sertifikasi ini diatur dalam permendiknas No. 36 tahun 2007 pasal 6 yaitu pembayaran tunjangan sertifikasi dapat dibatalkan atau dihentikan apabila:

a) Guru meninggal dunia.
b) Guru mencapai batas usia pensiun atau setinggi-tingginya mencapai usia 60 tahun.
c) Mengundurkan diri sebagai guru atas permintaan sendiri atau alih tugas bukan sebagai guru.
d) Melalaikan kewajiban sebagai guru sesuai ketentuan yang berlaku.
e) Berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara guru dan penyelenggaraan pendidikan.
f) Guru melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.
g) Guru yang bersangkutan dinyatakan bersalah karena tindak pidana oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap.
h) Beban kerja guru kurang dari yang dipersyaratkan.
i) Ditemukan bukti bahwa guru yang bersangkutan memalsukan data dokumen yang dipersyaratan dalam peraturan ini.
j) Sertifikat pendidik yang bersangkutan dinyatakan batal.

Mungkin anda sedang mencari informasi terkait Peraturan tunjangan profesi guru, ataukah pencarian anda terkait dengan kata kunci Pengertian Tunjangan Profesi guru Kemenag, Mungkin maksud pencarian anda adalah terkait Pencairan tunjangan profesi guru, dan inilah daftar penerima tunjangan profesi guru.
Baca selengkapnya tentang Tunjangan Profesi Guru Diganti dengan Tunjangan Kinerja 

Tuesday, October 20, 2015

Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1

Kumpulan Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Bank Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1, Kumpulan Soal IPA SD Kelas 6 Semester 2, Apakah sobat sedang mencari soal IPA SD Kelas 6 semester 1 dan 2 ? disini ada beberapa soal IPA SD yang bisa sobat gunakan untuk bahan uji kompetensi siswa kelas 6
Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
I. Pengertian Perencanaan
Menurut H.B. Siswanto (2007:42) perencanaan adalah kumpulan proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Menurutnya, merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumberdaya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), dan sumberdaya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan .

George R. Terry dan Leslie W. Rue (2009:9) menyatakan bahwa planning atau perencanaan adalah menentukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai tujuan-tujuan itu. Sementara itu, Mulyasa (2006:223) menjelaskan bahwa perencanaan adalah suatu bentuk dari pengambilan keputusan (decision making).

Hamzah B. Uno (2008: 2) juga menyatakan perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Berdasarkan definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa
perencanaan mengandung paling sedikit 4 unsur yaitu:
a. Ada tujuan yang harus dicapai
b. Ada strategi untuk mencapai tujuan
c. Sumber daya yang mendukung
d. Implementasi setiap keputusan.

Perencanaan adalah suatu cara untuk membuat suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah yang antisipatif untuk memperkecil kesenjangan yang ada dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan merupakan hasil proses berpikir dan pengkajian dan penyeleksian dari berbagai alternatif yang dianggap lebih memiliki nilai efektivitas dan efisiensi, yang merupakan awal dari semua proses pelaksanaan kegiatan yang bersifat rasional.

Perencanaan adalah proses penetapan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efisien dan efektif dalam mencapai tujuan. Dalam hal ini, Roger A. Kaufman (Harjanto 1997: 2) mengemukakan bahwa “Perencanaan adalah suatu proyeksi (perkiraan) tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai. Perencanaan sering juga disebut sebagai jembatan yang menghubungkan kesenjangan atau jurang antara keadaan masa kini dan keadaan yang diharapkan terjadi pada masa yang akan datang. Dengan demikian, perencanaan berkaitan dengan penentuan apa yang akan dilakukan.

II. Pengertian Pembelajaran
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 1 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Masnur Muslich (2007:71) juga berpendapat bahwa pembelajaran adalah proses aktif bagi siswa dan guru untuk mengembangkan potensi siswa sehinggga mereka akan “tahu” terhadap pengetahuan dan pada ahirnya “mampu” untuk melakukan sesuatu. Sedangkan Degeng dalam Hamzah B. Uno (2008:2) mendefenisikan dengan singkat bahwa pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa.

Richard L. Daft (2003:30) mengungkapkan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan prilaku atau suatu perubahan kinerja yang terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Hal ini juga dibenarkan oleh Slavin dalam H. Douglas Brown (2007:8) yang mendefenisikan bahwa pembelajaran adalah sebuah perubahan dalam diri seorang yang disebabkan oleh pengalaman. Pernyataan ini juga didukung oleh Kunandar (2009:287) yang menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

Berdasarkan beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu proses belajar mengajar yaitu dengan mengkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, cara penyampaian kegiatan (metode, model dan teknik), serta bagaimana mengukurnya menjadi jelas dan sistematis, sehingga nantinya proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien.

Selanjutnya akan dikemukan beberapa pendapat atau pandangan para ahli mengenai perencanaan pembelajaran. Ibrahim (1993) mengatakan bahwa “Secara garis besar perencanaan pembelajaran mencakup kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan pembelajaran, cara apa yang dipakai untuk menilai pencapaian tujuan tersebut, materi-bahan apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, serta alat atau media apa yang diperlukan.

Dengan perencanaan pembelajaran, guru dapat memperkirakan, mempersiapkan, dan menentukan tindakan apa yang akan dilakukan pada waktu proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap ini guru mempersiapkan segala sesuatunya agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Seperti itulah sistem dunia Pendidikan

Pendapat lain dikemukakan oleh Banghart dan Trull (Sagala: 2003) yang menyatakan bahwa “Perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional, dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat mengatasi berbagai macam permasalahan dalam konteks pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran, dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa satu semester yang akan datang untuk mencapai tujuan yang ditentukan”. Toeti Soekamto (1993) mendefinisikan perencanaan pembelajaran sebagai usaha untuk mempermudah proses belajar-mengajar maka diperlukan perencanaan pembelajaran.

Perencanaan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pengembangan pembelajaran yang merupakan sebagai sistem yang terintegrasi dan terdiri dan beberapa unsur yang saling berinteraksi. Pengertian lain tentang perencanaan pembelajaran dikemukakan oleh Nana Sudjana (1988) yang mengemukakan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran (PBM) yaitu dengan mengkoordinasikan (mengatur dan merespon) komponen-komponen pembelajaran, sehingga arah kegiatan (tujuan), isi kegiatan (materi), cara penyampaian kegiatan (metoda dan teknik, serta bagaimana mengukurnya (evaluasi) menjadi jelas dan sisitematis”. Ini berarti perencanaan pembelajaran pada dasarnya adalah mengatur dan menetapkan komponenkomponen tujuan, bahan, metoda atau teknik, serta evaluasi atau penilaian. Perencanaan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pedoman mengajar bagi guru dan pedoman belajar bagi siswa.

Melalui perencanaan pembelajaran dapat diidentifikasi apakah pembelajaran yang dikembangkan/dilaksanakan sudah menerapkan konsep belajar siswa aktif atau mengembangkan pendekatan keterampilan proses. Gambaran aktivitas siswa akan terlihat pada rencana kegiatan atau dalam rumusan Kegiatan Belajar. Mengajar (KBM) yang terdapat dalam perencanaan pembelajaran. Kegiatan belajar dan mengajar yang dirumuskan oleh guru harus mengacu pada tujuan pembelajaran. Sehingga perencanaan pembelajaran merupakan acuan yang jelas, operasional, sistematis sebagai acuan guru dan siswa berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada di dalam pembelajaran, atau dengan pengertian lain, yaitu suatu proses mengatur, mengkoordinasikan, dan menetapkan unsur-unsur atau komponen-- komponen pembelajaran. Unsur atau komponen yang dimaksud adalah:

a. Kemana pembelajaran tersebut akan diarahkan?
b. Apa yang harus dibahas dalam proses pembelajaran tersebut?
c. Bagaimana cara melakukannya?
d. Bagaimana pula mengetahui berhasil tidaknya proses pembelajaran tersebut?

Berikut ini adalah definisi perencanaan pembelajaran menurut beberapa ahli, yaitu:

a. Branch (2002), Suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dengan cara yang konsisten dan reliable.
b. Ritchy, Ilmu yang merancang detail secara spesifik untuk pengembangan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pengetahuan diantara satuan besar dan kecil persoalan pokok.
c. Smith & Ragan (1993. Proses sistematis dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran. (1999) Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan prinsip belajar dan pembelajaran kedalam rancangan untuk bahan dan aktifitas pembelajaran, sumber informasi dan evaluasi.
d. Zook (2000). Proses berfikir sistematis untuk membantu pelajar memahami (belajar).

B. Peranan Perencanaan Pembelajaran
Keberhasilan dari suatu kegiatan sangat ditentukan oleh perencanaannya. Apabila perencanaan suatu kegiatan dirancang dengan baik, maka kegiatan akan lebih mudah dilaksanakan, terarah serta terkendali. Demikian pula halnya dalam proses belajar mengajar, agar pelaksanaan pembelajaran terlaksana dengan baik maka diperlukan perenanaan pembelajaran yang baik.
Perencanaan pembelajaran berperan sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan berjalan efektif dan efesien. Dengan perkataan lain perencanaan pembelajaran berperan sebagai skenario proses pembelajaran oleh karena itu perencanaan pembelajaran hendaknya fleksibel dan memberikan kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikan diri dalam proses pembelajaran sesungguhnya.
Perencanaan pembelajaran dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembalajaran dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:
a. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencnaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran.
b. Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.
c. Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar
d. Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perseorangan.
e. Pembelajaran yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran.
f. Sasaran akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar.
g. Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variable pembelajaran.

C. Pentingnya Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran perlu dilakukan karena memiliki arti penting sebagai berikut :
1. Untuk pengganti keberhasilan yang diperoleh secara untung-untungan.
2. Sebagai alat untuk menemukan dan memecahkan masalah.
3. Untuk memanfaatkan sumber secara efektif.
Perencanaan yang dilakukan secara sistematis atau dilandasi dengan pendekatan sistem akan memberikan dua keuntungan besar seperti berikut :
1. Sebagai suatu alat untuk menganalisis, mengidentifikasi dan memecahkan masalah sesuai dengan yang diinginkan.
2. Memiliki daya ramal dan kontrol yang baik karena didukung dengan langkah-langkah berikut:
a. Perumusan kebutuhan secara spesifik dan nyata.
b. Penggunaan logika, proses setapak demi setapak untuk menuju perubahan yang diharapkan.
c. Perhatian dan penentuan salah satu diantara berbagai pendekatan yang sesuai situasi dan kondisi.
d. Penetapan mekanisme feedback yang memberi informasi tentang kemajuan, hambatan serta perubahan yang diperlukan.
e. Penggunaan istilah dan langkah yang jelas, mudah dikomunikasikan dan dipahami orang lain.

Beberapa pertimbangan atau asumsi yang melandasi mengapa guru harus melakukan perencanaan pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan pembelajaran dikembangkan atas dasar tesis yang menyatakan bahwa pengajaran dapat dirancang secara lebih sistematis dan berbeda dengan cara-cara tradisional.
2. Hasil pembelajaran dapat dirumuskan secara lebih operasional sehingga dapat diamati dan diukur.
3. Tujuan pembelajaran dapat diukur dengan menggunakan instrumen yang disebut penilaian acuan patokan yaitu tes yang didasarkan atas kriteria tertentu yang dalam hal ini adalah tujuan pembelajaran khusus.
4. Untuk menjamin efektivitas proses pembelajaran, paket pembelajaran yang akan digunakan hendaknya valid. Hal ini berarti semua perangkat, alat, media, metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran perlu diujicobakan dahulu secara empirik.

D. Tujuan Perencanaan Pembelajaran
Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Kemp (1977) dan David E. Kapel (1981) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Henry Ellington (1984) bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar.

Sementara itu, Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran.
Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata (2002) mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu: (1) memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri; (2) memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar; (3) membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran; (4) memudahkan guru mengadakan penilaian.

Dalam Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa tujuan pembelajaran memberikan petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran, serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa.

Adapun tujuan perencanaan pembelajaran meliputi :
  1. Mengarahkan aktivitas belajar siswa dan aktivitas mengajar dari pengajar, karena rencana telah diprogram dengan sistematis.
  2. Mengetahui kemajuan belajar siswa karena materi yang akan dipresentasikan telah direncanakan secara terinci.
  3. Menghasilkan proses belajar mengajar secara maksimal karena segala sesuatunya telah dipersiapkan sebelum pelajaran dimulai.
  4. Mengetahui dengan segera tingkat keberhasilan proses belajar mengajar, melalui kegiatan proses belajar mengajar yang direncanakan.
  5. Memberikan kegairahan siswa dalam belajar dengan adanya informasi dan relevansi tujuan pembelajaran.
  6. Memberikan kemudahan siswa dalam penguasaan materi sebab sistematika penyampaiannya telah disiapkan.
Tags : Bank Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Soal IPA SD Kelas 6 Semester 1, Kumpulan Soal IPA SD Kelas 6 Semester 2, Apakah sobat sedang mencari soal IPA SD Kelas 6 semester 1 dan 2 ? disini ada beberapa soal IPA SD yang bisa sobat gunakan untuk bahan uji kompetensi siswa kelas 6.

Wednesday, October 7, 2015

Kumpulan Soal UTS SD Kelas 1-6 Semester 2

Kumpulan Soal UTS SD Kelas 1 2 3 4 5 6 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 2 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 3 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 4 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 5 Semester 2, Kumpulan Soal UTS SD Kelas 6 Semester 2

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Monday, October 5, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015

Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN Kurikulum 2013 Revisi 2015

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Sunday, October 4, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015

Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SMP/MTs Kurikulum 2013 Revisi 2015

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Saturday, October 3, 2015

Sampai Desember PEMDA Wajib Verifikasi Data Honorer K2

PEMDA Harus Segera Verifikasi Data Honorer K2 Hingga Desember, Sampai Desember PEMDA Wajib Verifikasi Data Honorer K2, Pemda Diminta Segera Verifikasi Data Honorer K2 adalah Pembahasan pada artikel kali ini
PEMDA Harus Segera Verifikasi Data Honorer K2 Hingga Desember
Verifikasi Data Honorer K2 Dulu Sebelum Angkat PNS wajib disertai dengan kewajiban pengawasan, terutama terkait data para honorer. Sampai Desember 2015 Pemda Wajib Verifikasi Data Honorer K2,
UNTUK PENGANGKATAN TENAGA HONORER K2 MENJADI CPNS, PEMDA HARUS / WAJIB VERIFIKASI DATA HONORER, pemda diminta secepatnya melakukan verifikasi data honorer K2.

Setelah terbentuknya kesepakatan pemerintah dengan Komisi II DPR pengangkatan tenaga honorer kategori 2 menjadi CPNS, cara yang harus diselesaikan adalah verifikasi data 440 ribu tenaga honorer tersebut. Untuk itu, Kementerian PANRB mengajak seluruh instansi pemerintah, khususnya pemda untuk secepatnya melakukan verifikasi honorer K2 di tiap-tiap instansi. Baca selengkapnya>>

Friday, October 2, 2015

Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015

Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015, Download Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015, Kumpulan Buku Pegangan Guru dan Siswa SD/MI Kurikulum 2013 Revisi 2015

Kurikulum merupakan persepsi, cita-cita, dan hasil pengalaman, yang dijadikan sebagai pedoman, gagasan, panduan, program, rencana, dan produk yang dibuat secara sistematis sebagai bahan ajar yang dioprasionalkan atau dilaksanakan dalam segala aktivitas belajar mengajar untuk mendisiplinkan, membentuk, dan melatih peserta didik, menjadi keluaran atau lulusan yang diharapkan. Dari simpulan tersebut kurikulum secara dinamis dapat berubah-ubah menyesuaikan dengan berbagai perubahan dan keadaan yang terjadi yang mempengaruhi bentukan dari peserta didik.

Pengertian Silabus

Menurut para ahli:
Silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi/materi pembelajaran (salim, 1987:98)
Silabus merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar (Yulaelawati, 2004:123)
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan (Mulyasa,2010:190)

Pengertian RPP

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan silabus mempunyai perbedaan, meskipun dalam hal tertentu mempunyai persamaan. Silabus memuat hal-hal yang perlu dilakukan siswa untuk menuntaskan suatu kompetensi secara utuh, artinya di dalam suatu silabus adakalanya beberapa kompetensi yang sejalan akan disatukan sehingga perkiraan waktunya belum tahu pasti berapa pertemuan yang akan dilakukan. Sementara itu, rencana pelaksanaan pembelajaran adalah penggalan-penggalan kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru untuk setiap pertemuan. Didalamnya harus terlihat tindakan apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk mencapai ketuntasan kompetensi serta tindakan selanjutnya setelah pertemuan selesai.

Pengertian Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kemp (1995). Dilain pihak Dick & Carey (1985) menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu di perhatikan oleh seorang instruktur, guru, widyaiswara dalam proses pembelajaran. Paling tidak ada 3 jenis strategi yang berkaitan dengan pembelajaran, yakni: (a) strategi pengorganisasian pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) strategi pengelolaan pembelajaran.

PEMBAHASAN

Peran Kurikulum, Silabus, RPP dan, Strategi Pembelajaran

Kurikulum

Kurikulum bisa diartikan sebuah program yang dicita-citakan serta menjadi tujuan yang wajib dikuasai peserta didik yang direncanakan melalui silabus lalu dipersiapkan melalui RPP dan dilaksanakan enggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum yang dibuat haruslah tetap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di zamannya serta cocok akan budaya dan lingkungan agar lulusannya mampu secara mandiri hidup di kalangan masyarakat dengan berpegang teguh dan mengamalkan apa yang telah dipelajarinya sebagai pedoman hidup maupun sebagai keahlian dalam keprofesian.

Silabus

Dalam proses perancangan silabus harus ditentukan secara matang sehingga tepat, sesuai dan tetap pada pedoman kurikulum dan tidak melenceng dari tujuan kurikulum yang telah dibuat.

RPP

RPP yang dibuat haruslah sedetil mungkin sesuai dengan kebutuhan dan tututan silabus yang telah dirancang sebelumnya sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dilangsungngkan secara lancar, teratur, terkontrol dan nyaman tanpa kendala.

METODE PEMBELAJARAN

Segala program perencanaan dan persiapan yang telah dibuat hendaknya dilaksanakan menggunakan metode yang tepat, salah dalam memilih metode pembelajaran maupun kurangnya kompetensi guru dalam penguasaan metode pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap kurang optimalnya hasil output atau lulusan atau malah menghasilkan lulusan yang tidak berkompeten.

KESIMPULAN

Kurikulum, silabus, RPP dan metode pembelajaran merupakan hal berkesinambungan yang tak dapat dipisahkan, semuannya saling mempengaruhi dan tak dapat berdiri sendiri, karena proses belajar mengajar tak akan berlangsung sempurna tanpa kelengkapan dari segala aspek tersebut. oleh karena itu keempat aspek tersebut harus dibuat dengan matang dengan berdasarkan segala landasan dan dipertimbangkan faktor-faktor yang disesuaikan dengan fenomena yang ada. 

Thursday, October 1, 2015

Cara membuat widget like box facebook melayang

Cara Terbaru Membuat Widget Fanspage Melayang di Blog, Cara membuat widget like box facebook melayang, Cara Memasang Widget Likebox Fanspage Facebook Melayang di Blog, Cara Membuat Pop up like box facebook keren
Cara Terbaru Membuat Widget Fanspage Melayang di Blog
Cara membuat widget like box facebook melayang di blog adalah tutorial yang banyak dicari oleh para blogger, Tujuan dari pemasangan widget ini adalah selain untuk menambah identitas blog kepada pengunjung juga sebagai penambah pngikut blog kita karena semakin banyak yang me-like fanspage kita makasemakin banyak pula yang mendapat informasi dari blog kita atau website kita.

Cara Membuat Pop up like box facebook keren bertujuan untuk tampilan blog kita agar terlihat lebih profesional dan dengan banyak nya yang me like fanspage ini maka potensi pegunjung yang banyak akan smeakin besar. Bagi para blog pengunjung adalah keberlangsungan hidup bagaikan sebuah nyawa dalam sebuah blog. Baca selengkapnya>>